Senin, 22 Agustus 2011

pelajaran kecil di sebuah pasar

siang tadi aku ke pasar bareng ibuku, niatan mau investasi uang beasiswaku yang rencananya dengan membeli emas. maunya sih investasi bat beli tanah, tapi mana ada hari gini tanah yang bisa dibeli dengan harga 2juta rupiah. kalo misal harus ngumpulin uangnya dulu malah takut kepake. kayak semester kemarin, nyesel banget deh kenapa harus beli handphone pake duit beasiswa? ya Alloh padahal itu gak penting banget. dan handphone sebagai bentuk investasi itu adalah sebuah pilihan yang sangat salah, malah bisa dibilang bahwa itu bukanlah suatu bentuk investasi. yang namanya investasi itu, suatu hari nanti apabila kita menjual barang investasi kita, maka harga jualnya tak jauh dari harga pembelian, malah bagus-baguis kalau harga jualnya lebih naik. boro-boro naik, malah untuk sebuah handphone harga jualnya lebih jauh daripada harga beli. tau sendiri kan sekarang lagi perang gadget, dalam satu bulan ada beberapa produk yang bermunculan, dan produk yang udah ketinggalan tuh harga jualnya gak seberapa.
yahhh nasib deh. gak lagi-lagi bertindak bodoh kayak yang lalu-lalu.

sangat disayangkan, ketika dalam perbincangan antara aku dengan penjual mas, penjualnya mengatakan bahwa untuk mas putih yang kualitasnya bagus ia belum berani menjual karena harganya masih belum stabil. mau tak mau, akhirnya kuputuskan untuk membeli mas putih dengan kualitas biasa saja.
ada sisa uang dari rencana beli emas tadi. aku dan ibuku pergi ke kios yang menjual kain. aku mencari kain chiffon yang rencananya akan kuubah menjadi sebuah dress panjang, dan ibuku tau rencanaku itu karena sebelumnya aku memang sudah lama membicarakan hal ini dengannya, mengingat harga sebuah dress panjang dari bahan chiffon yang aku lihat di toko-toko online harganya cukup bikin kita untuk menahan nafas sejenak alias mahalnya itu. biar gak penasaran, makanya pengen nyoba buat sendiri. bukan buat sendiri sih, tapi merancang sendiri namun pengerjaannya tetap menggunakan jasa tukang jahit.
syukur-syukur kalau hasilnya bisa jadi sebelum lebaran, kan bisa dipake buat lebaran jadinya. kalopun gak jadi buat lebaran, tak masalah kan masih ada baju yang lama yang masih bisa dipake buat lebaran.

perkiraan harga chiffon yang permeternya 10ribu rupiah, ternyata di pasar yang ada di kotaku harganya jauh lebih mahal. aku membeli chiffon polos yang permeternya dihargai 17ribu rupiah. aku paksakan beli karena udah pergi ke kios yang satu dengan yang lain, namun mereka tidak menjual bahan chiffon.

setelah beli kain, lanjut beli bahan makanan sama ibu. setelah beli ini itu, kios terakhir yang kami kunjungi adalah kios sayuran.
sayup-sayup terdengar alunan musik yang biasa ada di doger monyet. aku heran sendiri, bisa-bisanya tuh doger monyet kok maen di pasar yang segini ramenya, mana ada yang nonton dan mana mungkin mereka bakal dapat duit saweran, orang yang nonton aja mungkin gak ada saking sibuknya orang-orang, tau sendiri kan suasana pasar kayak gimana apalagi mendekati idul fitri, pikirku. udah gitu matahari cukup bersemangat menampakkan dirinya, panas.

tiba-tiba aku dikagetkan dengan pandangan di seberang sana, aku lihat seorang bapak-bapak yang memegang gayung di tangan kanannya yang ia gunakan untuk meminta saweran dan ditangan kirinya seutas tali yang diikatkan kepada leher si monyet. saat meminta saweran ke pedagang sayuran yang tak jauh dari tempatku berdiri, yang membuatku nyengir adalah saat si monyet diam-diam ngambil sebuah cabe merah. dasar binatang, emang pikirannya gak sesempurna manusia, tuh monyet dengan pedenya langsung mengunyah cabe yang ia curi. haha saat gigitan pertama ia langsung membuang itu cabe. jangan ditanya lagi gimana rasanya, karena tuh monyet gak bisa kita tanya bagaimana reaksinya setelah ia memakan cabe. kalian pikir sendiri deh, udah nyuri cabe, eh malah dibuang karena kepedesan. hahah

namun tiba-tiba muncul rasa iba.
ternyata yang memainkan doger monyet itu adalah dua bapak-bapak yang sudah tua usianya. yang satu yang pegang monyet tadi, dan yang satu lagi yang memainkan alat musiknya. ya Alloh kasihan sekali mereka. mereka panas-panasan hanya untuk mencari nafkah yang halal yang akan mereka pergunakan untuk menafkahi keluarganya mereka. dan untuk mendapatkan rejeki tersebut mereka dengan secara tidak langsung harus menyiksa binatang terlebih dahulu (monyet). mereka mengeksploitasi seekor monyet, monyet tadi ditarik-tarik harus memainkan mainan yang ini, mainan yang itu, mondar-mandir kesana, mondar mandir kesitu.
kasihan sekali nasib monyet, lehernya ditarik-tarik hanya untuk membantu dua orang majikannya. monyet yang setia, monyet yang rela berkorban ikut panas-panasan, malah ia harus berkorban dengan bekerja tanpa alas kaki.

aku yang berdiri di kios semula, udah gak tahan untuk tidak menitikkan air mata. jangan sampai aku menasngis disana karena gara-gara seekor monyet, aku malu. namun air mata ini mendesak keluar. dan sekalinya keluar air mata ini malah tak mau berhenti.
ya Alloh ya Robb, aku bersyukur karena aku merasa aku lebih beruntung daripada mereka. orang tuaku tak harus menyiksa binatang untuk menjemput rejeki mereka.
ya Alloh ya Robb, jangan sampai orang-orang yang aku sayangi dan menyayangi aku mendapatkan nasib yang sama dengan mereka. semoga semuanya (termasuk aku, keluargaku, teman, dan semua keturunanku dan keturunan mereka) mendapatkan nasib yang lebih baik dari nasib yang saat ini mereka dapatkan. aamiin

inilah hal yang aku enggani. kenapa harus ada yang kaya dan yang miskin? kenapa harus ada perbedaan? KENAPA?
perbedaan ini, kadang membuatku enggan untuk sekedar menatap dunia ini. dunia ini terlalu menyakitkan sesungguhnya. tak ada kebahagiaan dan keindahan abadi di dunia ini, semuanya adalah semu, semuanya adalah sementara.
ya Alloh ya Robb, bahkan saat ini pun aku menangis. apa yang harus ku perbuat untuk negaraku ini, ya Alloh? aku harus menjadi apa agar aku bisa mengubah semua nasib rakyat ini?
maafkan aku jika selama ini aku masih menjadi hambaMu yang bodoh, dungu, buta, tuli, dan bisu.

Jumat, 19 Agustus 2011

finally, I found my Holiday

setelah kurang lebih 6 minggu merelakan liburan semesterku untuk mengikuti SP, akhirnya liburan itu datang juga.
dan dari 6 enam minggu itu, aku melewatkan 2 minggu lebih untuk berpuasa disana (bukan dirumahku).

selain karena kangen akan keluarga dan suasana kotaku ketika bulan puasa, juga karena salah satu faktor yaitu AYAM. bukan ayam hidup, maksudku adalah Daging Ayam. hampir gila aku karena daging ayam. di kota tempat aku kuliah, semua pedagang yang menjajakan makanannya dari ujung jalan yang satu sampai ujung jalan yang lain pasti yang mereka jual adalah daging ayam. bukannya tak ada satu pun yang menjual selain ayam, tak lain adalah karena lokasi penjualnya yang jauh (maklum saja, aku gak bawa kendaraan), itu pun ak bar bisa makan sayuran atau makanan lain selain ayam kalo temen kostanku ada di kostan. biasanya kita beli lauk buat sahur sekalian beli makanan buat berbuka juga. giliran udah sepakat untuk sahurnya pilih sayuran, maka untuk makanan berbuka puasa mau tak mau pasti ayam.

kenapa setiap hari selalu berhubungan dengan ayam ya? untung si ayam gak sampe mengejar-ngejar aku sampe ke alam mimpi. fiuhhh
dan sialnya lagi, si ayam telah membuat angka timbanganku menjadi bergerak ke arah kanan. dan itu artinya adalah GEMUK. temen-temenku juga bilang gitu. "kok kamu gemukan sih?" jlebb.

upsss, kenapa malah bahas ayam ya?! tapi pemeran utama dalam cerita ini bukan ayam loh. [??]

malamnya sholat tarawih di mushola lingkungan rumahku. aduh firasat sepertinya akan terjadi hal yang buruk.. jangan sampai si ayam ngejar-ngejar aku untuk ngikut ke kota asalku. TIDAKKKK
halusinasiku tentang si ayam datang lagi. seberapa berpengaruhkan si Ayam dalam kehidupanku. beuhhh so sweet banget ya.

setelah sholat isya berjamaah, tepatnya pas lagi dzikir ini mata udah mulai perlahan-lahan melarikan diri dari kontrolanku. aku ngantuk, sampai-sampai aku bilang ke ibu, "bu, ngantuk". tapi anehnya, meskipun ngantuk tapi mulut masih ikut komat-kamit ngikut dzikir, subhanalloh sekali yah hehe. dengan berjalannya waktu, ini mata kalo istilah temanku sih udah keton ora keton, pandangan udah mulai kabur-kaburan saking ngantuknya. dan klimaksnya adalah tiba-tiba mataku tertutup dan badan sempoyongan ke depan mau jatuh, haduh langsung kaget, dan saking kagetnya ngantuknya jadi ilang. tapi sayang cuma sementara.

pulang tarawehan, ada tukang bakso yang biasa menjadi langgananku.
dalam benakku "duhh pasti lezat nih. hmmm wanginya aja udah menggoda-goda. untuk saat ini, wangi bakso itu lebih memikat daripada wangi parfumku sekalipun", bahaya nih.
duh tapi takut nanti sahur gak mau makan lagi, yang ada kalo gak ikut makan sahur nanti diomelin ibuku. ya sudahlah, saya akan menunggu Partner in Crime-ku datang. dia adalah kakakku yang hobi juga makan bakso. hihi
sekiannn
oh iya, seneng banget deh hari ini latihan mobilku udah bisa dibilang lancar. untuk parkir dengan gaya mundur pun kata ayahku udah cukup bisa. yeahhh
tinggal menunggu waktu kapan diijinin buat turun langsung ke jalan. yuhuuu

Jumat, 22 Juli 2011

happy Sweet Twenty ^^

"neng, udah bangun? udah subuhan?", suara kakak keduaku diseberang telpon sana.
"udah, blm subuh tapi" jawabku dengan suara parau khas orang yang baru bangun tidur.
"yaudah subuh sana! selamat ulang tahun yaa semoga blaa bla blaa (lupa apaan. hehe)"
setiap hari, tak cukup hanya sekedar alarm hp yang mencoba untuk membangunkanku, maka setiap pagi keluargaku selalu menelponku.

masih jam 5 kurang 15 menit, masih ada waktu untuk sejenak melanjutkan kembali tidurku. cukup sampai jam 5. hehe
tapi kupingku tiba-tiba terangkat (kayak anjing aja hahah) menangkap suara di ruang tv, ada orang. sepertinya mba QQ, siapa lagi kalau bukan dia yang suka bangun pagi-pagi sekali, tapi pertanyaannya buat apa ia turun sepagi ini dan membuka pintu ruang tv? aku pun tak mempedulikannya, kucoba lanjutkan kembali istirahatku.
ngantuk sekali, aku baru bangun jam setengah 2 pagi. ini akibat tidur sore, jadi malamnya begadang gini deh. begadang internetan, mulai dari nyari dan download video musik, buka blog, twitter dan facebook-an. di facebook udah mulai ada yang ngasih ucapan selamat ulang tahun, ntar aja lah balesinnya, pikirku. upss, ada 2 sms masuk, dari sepupuku dan teman kampus yang juga ngasih ucapan selamat ulang tahun. yaa akhirnya malam ini dilanjutkan dengan sms ria, sampai akhirnya pada jam setengah 2 aku ngantuk.

tok.. tok.. tok.. "neng!" pintu kamarku diketuk, dan dari suaranya itu jelas sekali mba QQ.
ngapain ngetuk pintu ya? apa mau balik ke rumahnya, di Cilacap?
dengan berat hati ku beranjak pergi dari ranjang dan membuka pintung.
"selamat ulang tahun!!"
wowww kulihat hanya tiga cahaya lilin di atas kue ulang tahun.
"ajeng? mba QQ? ihhh makasih banyakk, jadi terharu" ujarku.
seperti biasanya, ada nyanyian selamat ulang tahun sebelum meniup lilin.
kutiup kau dengan Bismillah, wahai lilin. hehe

gak nyangka sekali bakal dapat kejutan seperti ini, dipagi hari, karena aku belum pernah melakukan hal seperti ini kepada mereka. mereka rela melawan udara dingin Purwokerto demi menyambut hari ulang tahunku. makasih banyak yang teman-teman. kiss and hug :*
sebelum potong kue, handphoneku berdering. telpon dari mamah.
beliau mengucapkan selamat ulang tahun dan tak lupa menyematkan doa tulus untukku. dan tak lupa ia memberikan keterangan, kalau kadonya nanti saja kalau aku udah pulang ke rumah. makasih ya, mah :*
potong kue.
eh sebelum potong kue, kita foto-foto dulu. tak lupa aku memakai kerudung, sebagai dokumentasi yang akan aku bagikan di blog-ku ini. :)
jadi tiup lilinnya mulai dari awal lagi. haha
juga ku persembahan potongan kuenya bagi mereka.

dari pagi dan sampai sekarang sms berdesakan agar bisa masuk ke handphone-ku.
makasih buat temen-temenku, temen sekampus, sedaerah yang sama-sama kuliah disini, dari keluarga, dari teman SMA, dan juga buat kalian keluargaku, Justitia English Club. :')
terima kasih atas doa-doanya.


it's my sweet twenty.
umurku tak lagi belasan. semoga penyesalan-penyesalan di tahun lalu tak lagi terulang dan dapat terbayar di tahun ini.
harapanku di tahun ini:
1. semoga selalu dalam lindungan Alloh SWT
2. diberkahi semua yang saya jalani dan saya dapatkan
3. kebahagiaan dan kesehatan serta rizki yang halal untukku dan keluargaku
4. dilancarkan dalam mencari ilmu
5. cepat lulus
6. menemukan seseorang yang tepat, yang akan menjadi jodohku. hehehe
7. lebih baik dari tahun kemarin
8. mendapatkan apa yang dicita-citakan.
aamiin, ya Rabb.
potongan untuk mba QQ


tiup lilin


sepotong kue untuk ajeng






hadiah
Add caption


kartu ucapan
siangnya ketika aku sibuk berkutat dengan laptopku yang akhir-akhir ini selalu mati sendiri, ada pesan ym, dari dita.
dia bilang lagi di kampus nunggui dosen yang gak dateng-dateng juga, sambil nanya ini nanya itu. dia sama sekali gak nyinggung masalah ulang tahunku. sedih juga temen deketku sendiri belum ngucapin selamat ulang tahun pada diriku. sedihhhh. tapi aku gak menyinggungnya juga, karena mungkin dia lupa.


saat itu karena ia tau aku sedang dikostan, ia memintaku untuk menemaninya servis motor. aku menyanggupinya, karena masih jam 3 (film You Are My Destiny dimulai jam4 hahha). aku udah bersiap, udah pake jeans, tinggal pake kerudung.


tiba-tiba pintu kamar diketok. aku pikir itu mba sinta, sampai-sampai aku bertanya ketika masih di dalam kamar, "mba Sinta?" tapi tak ada jawaban. udah pasti itu mba Sinta, mba sinta kan gitu, suka jail karena kalau ada apa-apa kadang-kadang tak pernah bersuara sama sekali, hanya dengan mengetuk pintu saja.


ketika aku buka, lagi-lagi cahaya lilin dan nyanyian selamat ulang tahun dari para jamaah. haha. ada dinda, hani, aida, gissel dan dita. cuma upay yang gak ada, dia udah pulang ke bandung karena tidak mengikuti SP (nilainya bagus sih).


repot banget sih kalian, sampe-sampe harus begini segala. tapi terima kasih kalian tidak mengotori kamarku dengan menimpukku dengan berbagai bahan yang biasanya dijadikan pelampiasan bagi orang yang berulang tahun. langsung aku tiup lilin, dan potong kue.


terima kasih ya, teman-teman sudah membuat pertambahan umurku ini makin berarti dengan adanya doa dan kehadiran kalian. hidup ini akan lebih berarti jika kita memiliki orang yang istimewa yang selalu menghiasi kehidupan kita, yaitu sahabat.


lucu deh kadonya, ada boneka kepiting, terutama warnamya itu loh yang ijo. jadi boneka kucing dikamarku gak sendirian lagi deh. ya ampun, hari ini perutku penuh dengan lemak krim kue tart. hadeuhhh
kue kedua
sebelum tiup lilin

boneka kepiting
ucapan dari kalian
potong kuenya

Selasa, 19 Juli 2011

WOWWW

kuliah siang, males.
kuliah pagi, males.
ini mahasiswa macam apa ya, segalanya males. yaampun -__-
bukan itu masalahnya. ini SP, dan kebijakan di kampusku, yang namanya SP itu 2,5 jam per pertemuan, mana tahan duduk terus. sebulan aja kayaknya udah bisa bikin pantat tepos panas kebakaran dehh. upsss

apalagi kalau pagi, jam 7. ngantuknya luarrrrr biasa, sampai-sampai permen pun tak mempan, dari permen kopi, permen mint, sampai permen yang luar biasa asemnya. kerjaan nguap terus, mata berair, sumpah kayak anak apaan aja. inilah mahasiswa.

aku akan menceritakan kuliahku siang tadi. dosennya bilang dia bentrok, dan mau tak mau ia harus membagi jamnya, jadi kuliah yang dijadwalkan berlangsung mulai pukul 12 sampai setengah 3, tadi dimulai pukul 1 sampai selesai.

dosen ini, sebenarnya mungkin bukan dosen jahat. tapi ini dosen suka nanya-nanya sama mahasiswanya, terus didesak sampai mahasiswa yang ditanya itu mengibarkan bendera putih terlebih dahulu, kita dituntut berpikir sistematis. dan setiap jawaban kita tak sesuai dengan apa yang ia inginkan, ia akan menyunggingkan senyuman khasnya (kita artikan itu adalah sebuah cengiran). ia sendiri pernah bilang langsung bahwa menertawakan mahasiswanya yang "bodoh" (padahal gak bodoh-bodoh amat) ini menjadi obat awet mudanya.

aku termasuk salah seorang mahasiswa yang tak pernah luput dari incarannya. gak tau kenapa, apakah wajahku yang terlalu familiar, mudah dihapal, ataukah karena pakaianku yang mencolok (padahal aku selalu mengusahakan tidak memakai pakaian mencolok saat kuliahnya), atau karena kebetulan sekali setiap duduk, aku termasuk dalam garda depan (padahal aku sudah memilih barisan keempat dari depan, tapi mau apalagi kalau mahasiswa yang lain malah memilih barisan yang lebih belakan lagi dari barisan empat. fiuhhh)

sebenarnya ada kebanggaan juga bisa memnjawab pertanyaan yang ia ajukan. hal ini pernah kualami saat mengikuti salah satu mata kuliahnya. dan itu membuatku lega.

ahhh itu tak seberapa dibanding nilai-nilai yang aku dapatkan dari dirinya. mungkin aku yang tak bisa membaca watak dosen, tak bisa membaca yang dosen inginkan, sampai sekarang ini sudah ada 2 mata kuliah yang diberikanyalah nilai C terhadapku. sampai-sampai di SP sekarang ini aku harus bertemu kembali dengan dirinya.

seperti biasa, ia mengabsen panggil mahasiswanya sebelum belajar dimulai. giliran namaku yang dipanggil, kemudian ia bertanya "namamu apa artinya mba?", aku langsung jawab "kasih sayang, pak. bahasa india kuno" temanku yang lain langsung melirik kepadaku dengan tertawa. whoaaa tapi aku yakin orang tuaku tidak mengetahui sama sekali arti nama Metta ini apa, pasti mereka memberiku nama ini karena kakakku diberi nama Metty, aku yakin itu. mengenai arti namaku ini, sebelumnya aku pernah mencarinya di internet, dan yang muncul memang artinya adalah Kasih Sayang, dari bahasa India Kuno. beruntunglah, arti namaku masih terbilang bagus. hoho :D

hari ini bisa dibilang cukup ceria, walaupun sebenarnya langit diluar sana menggelayutkan awan yang mendung. hujan. aku buka web kampusku untuk melihat nilai ujian yang sudah keluar. dan ternyata baru satu yang sudah keluar, yaitu mata kuliah dosen yang aku ceritakan tadi. sudah hampir putus asa lah saat itu, dalam pikiranku mungkin nilai mata kuliah ini akan menjadi C ketiga dalam matakuliahnya dan sampai-sampai aku sampai menjanjiakan teman disampingku jika aku mendapatkan nilai A, maka aku akan traktir ia (saking pedenya gak akan dapet nilai A), naas sekali. namun takdir berkata lain, yang terpampang adalah A. senanggggg sekali, tak apalah jika harus mentraktir temanku itu. :))))

hujanpun mengurungkan niatnya untuk mengguyur kota ini. ia dengan baik hati mengguyurkan bebannya itu setelah aku sampai di kostan.

rutinitasku, setiap sore nonton film korea yang ditayangkan di TV, yaitu You Are My Destiny. gyaaaa HARUS NONTON! sampai-sampai aku sering berusaha untuk nonton onlinenya, karena penasaran apa yang akan di episode selanjutnya. namu nasib berkata lain, modemnya terlalu lelet atau apa lah itu, jadi gondok sendiri nunggu loadingnya. mau apa lagi, jadi terpaksa dengan kesal cukup menunggunya setiap hari tayang di televisi.

pokoknya akhir-akhir ini hidupku berubah menjadi Korean Holic atau Korean Addict. semua serba korea, dari mulai lagu-lagu yang selalu ku putar di laptopku, donwnload video music korea (K-pop), artikel-artikel mengenai korea (teruatama selebritisnya), nonton film korea, bahkan aku sekarang sedang belajar sendiri melalui internet bagaimana cara membaca dan menulis tulisan korea, meskipun aku belum tau apa artinya. yang kutau hanya bahasa koreanya Ayah, Ibu, kakak, nenek, kakek, dll. hanya baru basic. aku ingin sekali bisa berbahasa korea. kalau berbicara mengenai musik korea, aku akan membagikan lagu apa yang aku sukai : Super Junior - Bonamana, SNSD - Hoot, Oh! dan Gee, SS501 - I'm Your Man dan La La La, serta Se7en dengan lagunya I'n Going Crazy. You have to listen it, guys. bagus-bagus kalo sambil lihat video klipnya. keren deh. lentur banget mereka kalau lagi dance. pernah aku mencoba untuk menirunya, yang ada aku malah ngos-ngosan, capeee.

mulai saat itu, aku berkeyakinan untuk harus bisa mengunjungi Korea, meskipun itu hanya sekali dalam hidupku. tapi bagaimana caranya? aku cuma berasal dari keluarga sederhana. untuk sekedar jalan-jalan ke luar negeri saja itu tak mungkin, apalagi itu Korea. orang tuaku pasti hanya akan mendukungnya apabila aku berangkat ke Mekkah (beribadah).

pokoknya suatu hari nanti, aku HARUS dan PASTI bisa berangkat ke negeri ginseng itu. SEMANGAT!! :))

Sabtu, 02 Juli 2011

wisata, judulnya

lama tak ku ketukkan jari-jemariku di keyboard ini.
lama pula tak kutuliskan ceritaku di blog ini.
semester empat hampir selesai. tinggal satu hari lagi ujian. tapi perjuangan tak hanya sampai disini, kawan. masih ada Semester Pendek yang telah ku putuskan untuk mengikutinya, dengan dalih ingin memperbaiki nilai-nilaiku yang kurang memuaskan, juga karena berita yang ada adalah bahwa Semester Pendek ini adalah yang terakhir diadakan di kampusku, dengan kata lain tak akan ada lagi Semester  Pendek. dan mau tak mau, bagi mahasiswa yang memiliki nilai yang kurang memuaskan, apabila tak mengikuti program ini maka mau tak mau harus mengulang mata kuliah di semester berikutnya.
lumayan lah, maksimalnya nilai ku yang hancur itu berubah jadi pelat Jakarta, alias B.

kali ini yang akan kuceritakan adalah sepenggal kegiatanku di tengah-tengah Ujian Akhir Semester ini.
seperti biasanya di ujian-ujian sebelumnya kami belajar kelompok. dengan Basecamp di kostan Upay dan Dinda dengan "anggota tetap"-nya yaitu 7 orang.

sehari sebelumnya kami sudah mulai berkutat dengan materi-materi dan soal-soal tahun lalu yang biasa kami sebut dengan "awetan soal", dengan harapan bahwa dosennya akan mengeluarkan soal yang sama atau tipe soal yang sama. tak ada salahnya belajar dengan cara seperti itu, toh temanku yang lain juga demikian halnya.
biasanya yang kami bahas dalam belajar kelompok itu adalah soal-soal. dan selebihnya biasanya tuker-tukeran materi atau catatan, dan catatan-catatan serta materi tersebut kami pelajari masing-masing di rumah sepulang belajar bersama.

mau tau cara belajarku selama ujian?
yang jelas, kamar kostanku sewaktu ujian adalah sangat mirip sekali dengan yang namanya "kapal pecah", dan lebih miris lagi karena sebenarnya ini lebih gawat dari apa yang namanya kapal pecah itu.
upss tapi itu bukan cara belajarku, itu hanya merupakan dampak dari ujian. selalu malas untuk membereskan kamar yang hancur itu dengan buku-buku, kertas-kertas, pensil, pulpen yang berserakan, tak hanya di lantai bahkan banyak juga yang berserakan di kasurku. dan anehnya, baju-bajuku juga malah ikut berserakan (ada hubungannya dengan ujian gak?) yang mau tak mau langsung kubawa ke tempat laundry karena malesnya untuk mencuci.
saking berantakannya, kadang aku pun kalah dengan barang-barang yang berserakan di atas kasurku. aku kadang mengalah dan kemudian malah memilih tidur di lantai dengan modal karpet dan guling (tak bisa tidur rasanya kalau tak ada guling). ahhh kalau ibuku tau akan kelakuan anak gadisnya ini, mungkin ibuku sudah ngomel-ngomel.
dan sampai saat ini pun kamarku masih berantakan, kan ujiannya belum selesai, tinggal sehari lagi. hahahahah naas sekali sih yang namanya ujian, selalu ku jadikan kambing hitam untuk tak membereskan kamarku. ckck

nah inilah gaya belajarku ketika ujian.
sebelum petang tiba, siangnya aku harus tidur siang. 2-3 jam cukup untuk menangkal kantuk yang suka muncul di malam hari yang malah mengganggu belajarku. karena minum kopi itu tidak boleh, karena menurut kakakku, kopi itu memang bisa membuat melek, tapi konsentrasi menjadi buyar. mau tak mau aku harus tidur siang. bangun setelah ashar. belajar sampai jam 12 malam yang diselingi dengan berbagai kegiatan yang tak boleh dilupakan seperti mandi dan makan malam. bahkan ujian sekarang ini yang tak boleh dilewatkan ialah tayangan korea di TV, You Are My Destiny. hmmmm :*

sebenarnya ibuku selalu mengingatkan ku untuk tidak tidur terlalu larut, karena menurutnya jam 12 malam itu terlalu larut, dan nantinya akan susah bangun untuk belajar pada dini hari.
ibuku dengan rajinnya tiap hari selalu membangunkaku dengan teleponnya, tak hanya saat ujian, di hari-hari yang lainnya pula demikian. cuma bedanya saat ujian ibuku selalu membangunkanku tepat pukul 3 pagi, sedangkan di hari-hari yang lain beliau membangunkanku pada jam subuh. begitu perhatiannya ibu padaku, itulah salah satu alasan aku terus mencintai ibuku :*


sebenarnya aku juga disamping itu memasang alarm di hp ku, pada jam 03.00, 03.30, 04.00 dan 06.00 hal itu ku lakukan agar aku tidak ketiduran lagi. karena biasanya pada jam-jam itu godaan untuk tidur lagi sangat besar.
pada malam hari aku membahas soal-soal kemudian disertai dengan membaca materi. dan pada pagi harinya kumantapkan lagi untuk benar-benar memahami seluruh materi.


oh iya, ada satu hal yang menarik yang ku lakukan bersama teman-temanku di minggu ujian ini. di tengah belajar bareng, entah mengapa kami tiba-tiba membahas rencana liburan atau wisata. beberapa diantaranya banyak yang mengusulkan ke Dieng, Yogyakarta, sampai ke Karimun Jawa. mitos atau apakah itu, biasanya setelah merencanakan matang-matang, biasanya selalu saja ada hal yang menggagalkan rencana kita. sampai pada akhirnya untuk mencegah kemungkinan itu, kami putuskan untuk pergi ke tempat wisata terdekat saja pada akhir minggu, yaitu ke Baturraden. setelah fix untuk masalah tempat, kami merencanakan apa saja yang akan kami lakukan disana. dan setelah berunding, kami disana akan "botram" (istilah sunda - artinya makan makanan yang dibawa dari rumah untuk dimakan di perjalan atau di tempat wisata).


dengan tugasnya masing-masing, aku, dita dan upay pagi harinya belanja bahan masakan di pasar terdekat. kemudian setelah itu menyiapkan bahan masakannya di kostan Dita.
tugasku ialah menyiapkan nasi. kebetulan ibuku membekaliku dengan beras, sehingga daripada mubadzir beras itu tak kugunakan, maka aku mebuat nasi dari beras itu. dan yang kubutuhkan selain beras adalah daun pisang. aku akan membungkus nasi itu seperti nasi timbel.
pertama-tama daun pisang yang ku beli itu aku bersihkan dengan lap, kemudian aku panaskan diatas api kompor untuk membuat daun itu agak layu, agar ketikae membungkus nasi, daun itu tidak sobek, kemudian untuk memunculkan harus pada nasi.
pemberangkatannya melenceng dari rencana awal dikarenakan diantara kami mendadak ada kerja kelompok yang tak bisa ditinggalkan. hingga akhirnya kami berangkat jam 2 waktu bagian jam tangan saya, dari rencana awal yang berangkat pukul 10 pagi. maka dapat ditebak bagaimana kondisi kami sesampainya di tempat tujuan. semua memegang perut masing-masing karena sarapan yang tertunda dan malah berubah menjadi makan siang. ckck
semua kami bawa, mulai dari makanan utama, penutup sampai minuman. kami hanya bermodalkan tempat masuk lokasi wisata dan penyewaan tikar.


nih dia hasil jepretannya


makanannya lengkap


mecahin es batu






dan sepulangnya dari Baturraden nih, kita mampir dulu ke Grendeng Fair, itu adalah istilah kerennya dari pasar malam yang kebetulan ada di Lapangan Grendeng. saat itu kira-kira pukul setengah 5, jadi saat itu langit belum gelap. kita bergegas memesan karcis untuk naik Ombak Banyu. ada yang ketakutan tuh, termasuk aku. rasionalnya gini aja ya, terakhir kali aku naik yang beginian, itu putarannya keras banget, selain itu yang aku lihat anehnya kenapa pengikatnya hanya menggunakan tambang plastik, apakah gak berbahaya? berhubung karcis sudah terlanjur dibeli, mau tak mau aku ikut naik. ternyata asyik juga. tapi kalau ditanya mau ikut lagi atau tidak, aku akan memikirkannya dua kali. hhah
sayangnya untuk lokasi ini aku gak mendokumentasikannya. sayang sekali. oke lah, biarkan memori ini tersimpan di benak kita masing-masing. :))

Selasa, 07 Juni 2011

berasa demam

dag dig dug lagi
dalam hitungan jam, ya semuanya kan berganti menjadi hitungan, dan itu lah hukum alam.
waktu yang tak bisa diganggu gugat.
begitu pun dengan kuasa-Nya. mungkin satu jam lebih ke depan merupakan salah satu kuasa-Nya, dimana aku akan menemukan sebuah potongan puzzle kehidupanku.
sebenarnya sih ini gak begitu bisa dibilang "wahh" ataupun sejenisnya, tapi tetap saja, mau bagaimana pun atau mau sesering apa pun, aku selalu sulit untuk menhilangkan apa yang namanya demam panggung.
ahh itu wajar, kawan..


News Broadcasting
News Anchor
atau lebih umum dikenal dengna nama Pembawa Berita
ya, sore ini aku akan kembali mencatat sejarah, sejarah yang mungkin cukup untuk hidupku. rasanya tak mungkin untuk menjadi yang terbaik. karena aku sama sekali tak berharap akan hal itu.
yang ku harapkan adalah sebuah pengalaman.


persiapan pun baru dilakukan semalam, itu pun gak maksimal. karena terganggu dengan rasa kantukku yang biasa menggerogoti syaraf mataku untuk kembali tertutup dan membentuk sebuah konspirasi dengan mulutku untuk terbuka, sekedar mengeluarkan suara "hoamhhhhhh", menguap lagi.


doaku yang dulu selalu aku ucapkan, akan kembali kuucapkan untuk saat ini.
"ya Tuhan, tak apa jika aku tak bisa untuk menjadi yang terbaik. namun aku tak mau jika aku malah mempermalukan diriku sendiri di acara itu. jagalah aku ya Tuhan. aamiin"


doakan aku ya kawan! :))

Rabu, 18 Mei 2011

you're closer, I'll kill you!

kenapa sih akhir-akhir ini emosiku selalu gak stabil?
mudah marah
mudah kesal
mudah bosan
layaknya demam pada orang yang terkena DBD yang selalu naik turun?
dan saat ini aku berada di puncak titik maksimal kejenuhan
jenuh, bosan, kesal, marah. itu yang ku rasakan
pada intinya semua hal yang negatif mulai menggerogoti sistem syaraf dan hatiku
ngilu rasanya
apabila diperbolehkan atau masih layak atau patut untuk bebas berbicara, nama-nama binatang pasti berloncatan keluar dari mulutku.
but Thanks, God. aku masih bisa mengucap Astaghfirulloh.
aku masih bisa mengingat namaMu, karena rasa  amarah yang membuncah ini adalah emosi yang datang dariMu. Kau mengujiku apakah aku masih bisa mengingatMu.

aku tipikal orang yang moody, segalanya tergantung mood.
inilah yang aku sadari bahwa ini adalah salah satu kelemahanku.
semuanya bukanlah seakan lagi, tapi memang jelas menghambat.
dan dalam keadaan yang begini, aku bisa menjadi orang yang tidak peduli sama sekali dengan orang di sekitarku.
karena saat itu yang kupikirkan adalah diriku sendiri.
ya Tuhan, aku masih belum dewasa. bagaimana ini??

aku bisa menghindari hal ini dengan berada di tengah keluargaku, dekat dengan orang tuaku, dan juga teman-temanku.
tapi ternyata tak setiap waktu aku bisa dekat bersama mereka.
dan disaat aku jauh dengan mereka, aku merasa telah kembali menjadi orang yang sangat kacau sekali. 
aku kangen mereka, Tuhan.
ijinkanlah aku untuk selalu berada disekitar mereka. aku menyayangi mereka.
mereka lah perantaraMu yang dapat membiaskan rasa pengecut dalam tubuhku.
bahkan sering aku berpikir "Tuhan, aku sudah bosan menjalani hidup ini. cukupkah diriku untuk mencapai nirwana yang Kau janji kan bila tarikan nafas ini akan berubah menjadi hembusan nafas yang terakhir?"
jika memang belum bisa, maka bantulah aku untuk membuang jauh-jauh hingga tak bersisa akan rasa yang selalu bersemayam dalam tubuhku.
itu lah yang ku mau, agar aku dapat menikmati setiap detakan jarum detik sisa kehidupanku.