Rabu, 18 Mei 2011

you're closer, I'll kill you!

kenapa sih akhir-akhir ini emosiku selalu gak stabil?
mudah marah
mudah kesal
mudah bosan
layaknya demam pada orang yang terkena DBD yang selalu naik turun?
dan saat ini aku berada di puncak titik maksimal kejenuhan
jenuh, bosan, kesal, marah. itu yang ku rasakan
pada intinya semua hal yang negatif mulai menggerogoti sistem syaraf dan hatiku
ngilu rasanya
apabila diperbolehkan atau masih layak atau patut untuk bebas berbicara, nama-nama binatang pasti berloncatan keluar dari mulutku.
but Thanks, God. aku masih bisa mengucap Astaghfirulloh.
aku masih bisa mengingat namaMu, karena rasa  amarah yang membuncah ini adalah emosi yang datang dariMu. Kau mengujiku apakah aku masih bisa mengingatMu.

aku tipikal orang yang moody, segalanya tergantung mood.
inilah yang aku sadari bahwa ini adalah salah satu kelemahanku.
semuanya bukanlah seakan lagi, tapi memang jelas menghambat.
dan dalam keadaan yang begini, aku bisa menjadi orang yang tidak peduli sama sekali dengan orang di sekitarku.
karena saat itu yang kupikirkan adalah diriku sendiri.
ya Tuhan, aku masih belum dewasa. bagaimana ini??

aku bisa menghindari hal ini dengan berada di tengah keluargaku, dekat dengan orang tuaku, dan juga teman-temanku.
tapi ternyata tak setiap waktu aku bisa dekat bersama mereka.
dan disaat aku jauh dengan mereka, aku merasa telah kembali menjadi orang yang sangat kacau sekali. 
aku kangen mereka, Tuhan.
ijinkanlah aku untuk selalu berada disekitar mereka. aku menyayangi mereka.
mereka lah perantaraMu yang dapat membiaskan rasa pengecut dalam tubuhku.
bahkan sering aku berpikir "Tuhan, aku sudah bosan menjalani hidup ini. cukupkah diriku untuk mencapai nirwana yang Kau janji kan bila tarikan nafas ini akan berubah menjadi hembusan nafas yang terakhir?"
jika memang belum bisa, maka bantulah aku untuk membuang jauh-jauh hingga tak bersisa akan rasa yang selalu bersemayam dalam tubuhku.
itu lah yang ku mau, agar aku dapat menikmati setiap detakan jarum detik sisa kehidupanku.

Senin, 16 Mei 2011

it's our moment - part 2

sebelum turun ke lapangan, alias peluit pertandingan dimulai. seminggu sebelumnya diadakan pelatihan rutin setiap hari oleh UKM yang menyelenggarakan event tersebut, yaitu JEC. pelatihannya langsung berhadapan calon peserta lainnya, dengan motions yang akan dikeluarkan pada saat pertandingan. sehingga mau gak mau kita harus rajin latihan, selain untuk melatih agar lebih baik pada saat itu juga agar kita tahu motionnya, dan juga materi yang harus disampaikannya, karena diakhir round latihan, tiap motion akan dibahas oleh pada coach.
sebelum kita mengikuti pelatihan, kita bertiga telah merundingkan masalah posisi. aku memilih menjadi 1st speaker, Ulfah as 2nd speaker, and Aida as 3rd speaker.

ternyata terjadi kekeliruan, menjadi 1st speaker tak semudah yang aku bayangkan. aku tak cocok di posisi itu. 1st speaker haruslah orang yang bijaksana, structurize dalam penyampaianya, dimulai dari harus menyampaikan urgency, justification atau apalah yang lainnya (maaf lupa). hehe
dan kriteria seperti itu ada dalam diri Upay (Ulfah), dimana ia lebih teliti daripada aku.
dan untuk posisi ketiga, AIda telah memiliki kriterianya. dia lebih tajam, lebih tegas, karena di posisi terakhir itu ia harus mempertahankan pendirian timnya, menyampaikan dari awal (atau me-review kembali teman setimnya).

dan menurutku ternyata posisi sebagai 2nd speaker lebih mudah bagiku apabila dibandingkan dengan posisi lainnya. karena yang biasa saya lakukan adalah, apabila di posisi 2nd speaker, saya hanya membawa impact dari case 1st speaker dan juga case lain beserta impact-nya.
walaupun sebenarnya saya kurang sadis dibandingkan 2nd speaker pada umumnya. hoho

ada 3 babak penyisihan, kemudian babak semifinal, dan yang terakhir babak final.

oh ya, sehari sebelum acara dimulai, kami bertiga mendiskusikan kembali motions yang dipakai selama latihan dan juga motions yang akan keluar. kami juga menentukan motions mana saja yang kami anggap sebagai preference dalam tiap topik.
dan di tiap motion preference itu kami uraikan kembali apa yang harus masing-masing kami sampaikan apabila kami berada di posisi negatif atau di posisi positif.
tempat yang menjadi basecamp kami adalah kostan Aida.

hari berikutnya adalah hari acara ini dimulai, hari pertama dijadwalkan akan ada 2 babak penyisihan. sialnya, sebelum acara ini dibuka, perutku tiba-tiba dirundung rasa mulas. sulit dilukiskan ini jenis mulas yang seperti apa. apakah karena tegang atau sakit perut. untuk mencegahnya aku kemudian mengambil sebuah batu yang menurut kebiasaan atau mitos, sebuah batu akan menghilangkan rasa mulas apabila kita tidak sempat untuk sekedar pergi ke WC. haha
dan sampai pelaksanaan debat pun aku pada hari pertama memegang terus batu itu.

tuh kan lupa..
ketika gladi bersih, tiap tim dimintai untuk menyerahkan biodata beserta nama kelompok. kita bingung menetukan apa nama kelompoknya, mulai dari AUM (AIDA,ULFAH,METTA) dan lain-lain. kemudian tiba-tiba muncul ide dalam benakku untuk memberi nama BEAUTIFUL WITCHES artinya Penyihir-penyihir Cantik.
kenapa disebut penyihir? saya merasionalisasikan dengan tema acaranya, yaitu Your Logic is Your Magic. nah menurut saya, penyihir itu ada hubungannya dengan Magic. LOL ;D
dan pada akhirnya, nama itulah yang dipakai sebagai nama tim kami.



salah satu keunikan dari tim BW adalah, kami berusaha tampil sekompak mungkin dengan membuat dress code untuk tiap harinya. hari pertama kami tampil dengan tema hitam dan merah. hari kedua dengan tema biru, dan final dengan tema merah.
ini salah satu tujuan kami, seenggaknya kalau debat kami tidak menarik, kami bisa dipandang menarik juga dengan pakaian kami yang selalu tampil kompak.

kami tak pernah sedikitpun menganggap remeh tim-tim lainnya.
karena kita sendiri merasa bahwa kita memang tidak lebih baik daripada mereka. bahkan dalam sesi latihan pun kita sering kalah, dan sering dikomentari hal-hal yang pedas oleh para pelatih.
saking pedasnya komentar yang dilontarkan, bahkan pernah suatu hari kami merasa down dan tidak percaya diri lagi untuk meneruskan perjuangan kami.

round pertama, langsung dihadapkan dengan grup DIVA INSIDE. mereka 3 perempuan yang tangguh, yang lebih punya rasa percaya diri yang memang pantas mereka miliki.
namun ternyata keberuntungan itu melebihi segalanya. entah mengapa kami bisa mengalahkan mereka. mungkin ini hanya sebuah keberuntungan saja, pikir kami.

round kedua, berhadapan dengan BAB. wahh tim ini lebih gawat lagi.
mereka terdiri dari 2 orang yang semasa SMA-nya memang sudah menjadi debater, dan seorang lagi yang memang bukan debater tapi kualitasnya seperti debater.
dan lagi-lagi kami percaya bahwa keberuntungan pada hari itu memang sedang berada pada kami dan itu bisa mengalahkan segalanya, bahkan mengalahkan kejeniusan. whuaaa

hari kedua, round ketiga. ini adalah round terakhir dalam penyisihan, sekaligus penentu apakah layak untuk masuk ke semifinal atau tidak. kami mendapat lawan yang tangguh juga (lupa nama timnya).
sial, kenapa harus tegang ya pas pengumuman masuk semifinal. padahal kita tak mengharapkan apa-apa. kita hanya butuh pengalaman, itu saja, tidak lebih.
tapi di layar, nama BEAUTIFUL WITCHES kembali bertengger. dan artinya kami masuk semifinal.
hari kedua, tema Biru. BW with manager, Widya.
semifinal, melawan STARRY-STARRY.
dan kenapa nama kami kembali bertengger.
upssssss,, dan itu berarti kami masuk FINAL. Dhuarrrrrrr....!!!!

sepanjang perjalanan kami resah.
bagaimana mungkin bisa?
padahal bukan ini yang kami harapkan. kami benar-benar tidak siap, karena motion yang akan muncul adalah motion dari heading yang tidak pernah kami inginkan. bahkan materinyapun kita belum punya. biasa gawat semuanya..
lampu merah mulai menyala-nyala. saatnya perang.
bermunculan pikiran-pikiran, dari mulai untuk tidak hadir di final (tapi kami tidak ingin membuat malu FH), dan doa yang kami selalu ucapkan pada saat itu adalah "ya Alloh, kami ikhlas jika memang kami tidak menjadi juara, tapi tolong kami ya Alloh, jangan permalukan kami di depan penonton yang banyak ini."
lawan kami adalah BAB. penganlaman buruk berhadapan dengan mereka, aku pernah dipermalukan di depan juri saat melawan mereka di penyisihan, dan aku takut ini akan terulang di final nanti. karena sudah terbayang betapa bodohnya aku ketika aku dipermalukan. grrrrr
case built for final, tetap kompak dengan nuansa merah.
casebuilt of BAB team for final
sebelum tampil di final. widya (manager), me, aida, upay.
 sebelum tanding, kami bertiga saling bermaaf-maafan, aku meminta maaf jika nanti tim kami dipermalukan lagi gara-gara aku.

tapi alhamdulillah, doa orang teraniaya selalu dipeluk oleh Alloh.
semuanya berjalan lancar. bahkan kami mengira bahwa itu bukan lah suatu babak final. karena kami merasakan bahwa aroma pertandingan itu lebih tercium kuat ketika kami bertemu di babak penyisihan.
apapun itu, aku bersyukur, ternyata malam itu bukanlah malam yang panjang bagiku. semuanya berlalu begitu saja. alhamdulillah.

penjurian di mulai.
aku sudah tidak peduli dengan apalah itu hasilnya. yang penting setelah ini aku tidak harus berdebat lagi. rasanya sudah cukup.

dan pada akhirnya BEAUTIFUL WITCHES menjadi juaranya.
kami mendapat Trophy Dekan FH Unsoed dan juga Trophy JEC.
with our trophy. Aida, Widya, Upay, Me n Melda

Sabtu, 14 Mei 2011

it's our moment - part 1

akhirnya ngeblog lagi nih :D


long time no see this my own blog. U _ U
many stories that I want to share dear..

rutinitas di akhir pekan, seperti biasa sore hari berangkat les bahasa Inggris.
ngomong-ngomong soal les bahasa Inggris nih, aku memilih Conversation di tempat les yang tak jauh jaraknya dari kostan, cukup dengan waktu 5 menit, pasti nyampe.
naasnya untuk pilihan Conversation ini hanya menyediakan waktu antara pukul 14.00 WIB tiap hari Jumat dan Sabtu-nya, atau hari-hari lain tapi di jam yang lebih sore atau lebih malam.
untuk siswa sepertiku yang tidak membawa kendaraan, pilihan pertama seakan menjadi pilihan yang hanya satu-satunya pilihan, THE ONE AND ONLY.
sebenarnya alasan itu bukan alasan yang pertama, alasan yang pertamanya ialah karena di Kota saya berada sekarang, yang namanya angkot hanya beroperasi dari subuh sampai pukul 16.30 WIB, dan selanjutnya adalah rejeki para sopir taksi. kalau saja tarif taksi sebanding dengan besarnya tarif angkot, pasti masalah waktu tak masalah buatku.
lumayan kan bisa menyisihkan sebagian uang, daripada naik taksi yang tarif minimal saja sudah lima belas ribu, yang jauh berbeda dengan ongkos angkot disini, jauh dekat cuma dikenai dua ribu lima ratus rupiah.

aku juga punya pengalaman mengenai taksi.
waktu itu hari Jumat, selepas pulang kuliah karena ngantuk akhirnya saya tertidur di depan televisi. tapi untungnya aku terbangun sebelum pukul 14.00 WIB dimana jam itu adalah jadwal masuk les.
namun tiba-tiba hal yang teringat ketika bangun tidur adalah bahwa aku harus membuat surat permohonan surat tugas, dan juga pada hari itu pula ada ujian tulis di tempat lesku. damn!

masih ada sekitar setengah jam sebelum telat mengikuti ujian.
dan saatnya untuk ngebut mengerjakan surat tugas, berhubung sudah ditunggu sekali suratnya.
sial, ternyata melesat dari perkiraan. lewat 5 menit dari pukul 14.00.
dan tanpa ba bi bu lagi langsung kuraih tas dan sepatu untuk berangkat les.

Ini dia hal yang tidak kusukai, disini yang namanya angkot kalau mobil angkot masih belum penuh oleh penumpang, tuh mobil angkot gak akan beranjak dari tempatnya alias ngetem -____-
alhasil tak seperti di kota asalku yang mudah sekali untuk menemukan angkot, karena tiap detik atau tiap menit pasti angkot lewat.
sedangkan bila disini, menunggu angkot adalah hal yang membosankan. karena menunggunya itu bisa sampai 10 menit. grrrrrr

dan kembali tanpa ba bi bu lagi, langsung ku stop taksi yang lewat. karena sudah berdiri mematung di pinggir jalan, tak jua kudapatkan angkot. pada saat itu ongkos tak masalah bagiku, karena yang terpenting adalah jangan sampai aku ketinggalan mengikuti ujian, karena tidak mau nilaiku hancur, dan sia-sialah pada akhirnya akan uang bayarannya yang cukup mahal. heuuuu

setelah membayar ongkos taksi, langsung ku langkahkan kakiku bergegas ke lantai 2 tempat kelasku berada. kulirik jam, dan ini sudah hampir setengah tiga. yakkk
ku ketuk pintu.
dalam bayangan pasti ujian sudah dimulai.
namu apa yang terjadi?
loh kok gurunya malah mengajar seperti biasa? tak ada tanda-tanda sedang ujian.

pokoknya asem seasem-asemnya, ternyata ujiannya dimulai pada pukul 15.00 WIB.
ongkos taksikuuu. hikssss kan lumayan buat makan nasi padang kesukaanku. ngokkk o_0

salah satu teman lesku bernama Aida, orangnya asik. gemar bercanda.
saat itu ia mencoba mempraktekkan berbicara bahasa dengan gaya tangannya.
gaya tangannya itu mengingatkanku ketika kami sedang berada dalam suatu event di tingkat fakultasku.
Did you remember about LFEDC?
hhahaha

oke, aku jelaskan peristiwanya.
LFEDC atau Law Faculty English Debate Competition adalah suatu event debat tingkat fakultas yang hanya bisa diikuti oleh mahasiswa fakultas hukum saja yang diselenggarakan oleh salah satu UKM yang bergerak dalam bidang bahasa Inggris yang ada di fakultasku, yaitu JEC atau Justitia English Club.
pertama kali membentuk kepanitiaan untuk LFEDC 2010, aku masuk menjadi crew yang ditempatkan di bagian kesekretariatan, yang mengurusi para peserta dimulai dari pembukaan pemdataran dengan membuka stand. teman sedivisiku adalah Enno dan Aida. dan diantara kami yang menjadi koordinator adalah Aida.
ketika formulir pendaftaran selesai dibuat, maka disegerakanlah untuk membuka stand pendaftaran yang dibuka di lobi gedung Justitia1. mulailah kami berkoar-koar untuk membujuk mahasiswa fakultas hukum untuk mengikuti acara kami ini. ternyata membujuk itu susah juga.
entah karena mereka tidak tertarik dengan debat bahasa Inggrisnya atau karena aksi kita yang sama sekali tidak membuat mereka untuk sekadar melirik dan mencantumkan namanya di formulir pendaftaran.

aku pun sebenarnya belum berpengalaman merasakan apa itu yang namanya debat bahasa Inggris. begitu juga dengan teman dekatku, Upay dan Aida.
oh iya, Upay menjadi sekretaris di acara ini. wajahnya saat itu selalu dipusingkan oleh surat ini surat itu yang berkenaan dengan acara ini pula.
sempat pula terbersit ingin mencoba menjadi bagian dari pesertanya.  namun apa daya, sudah terlanjur memilih untuk menjadi panitianya. dan setelah adanya perbincangan dengan Aida dan Upay, kita sepakat untuk mengikuti acara ini pada periode berikutnya, alias tahun depan.

namun takdir berkata lain. manusia hanya bisa merencakan, namun hanya Alloh lah yang menentukan.
dimulai saat aku berada di stand pendaftaran, saat itu vice President of JEC mengecek jumlah peserta, ternyata baru terbentuk beberapa tim saja. dan lumayan jauh dari target jumlahnya. entah mengapa tiba-tiba ia mengajakku untuk maju ikut menjadi peserta, dengan catatan aku harus mengundurkan diri dari kepanitiaan, dan ia juga berbicara dengan Upay, dan Upay pun tertarik. namun saat itu Aida tidak ada, dan sebelumnya pernah aku ajak Aida untuk mengikuti tahun sekarang saja, namun ia menolak dan bersikeras untuk tahun depan saja.
namun kami kembali mencoba lagi untuk membujuknya, dan akhirnya Aida mau.
maka jadilah kita satu tim, Upay, Aku dan Aida. dan resmilah pada hari berikutnya kami mengundurkan diri dari kepanitiaan.

yang kami cari dalam acara ini bukanlah kemenangan, yang kami cari hanyalah sebuah pengalaman. hanya itu, I swear bout it!
*BERSAMBUNG

Selasa, 26 April 2011

basbisbus

hopppssss
tadi siang sungguh mersakan ngantuk yang dahsyat. Tapi kuurungkan niatanku untuk sekadar menyandarkan kepalaku di bantal, karena ku akui sendiri, aku tipe orang yang cepat sekali terlelap, karena siang hari ini aku mempunyai janji dengan dua orang.

gerimis-gerimis kecil semakin membuai mataku untuk terlelap.
yah, sekedar terlelap untuk 15 menit mungkin bisa, karena aku pasti akan terbangun oleh bunyi sms masuk, karena pada saat itu aku memang sedang berkirim sms dengan teman dan ibuku.
ibuku sekarang rajin sekali memonitor kegiatanku, sebelumnya memang rajin, tapi ini bisa dibilang sangat sangat sangat rajin. perubahan ini seiring dengan merebaknya pemberitaan perekrutan NII di kalangan mahasiswa, dan ibuku takut aku menjadi salah seorang diantaranya.
suatu hari ibuku pernah bilang begini di telepon : "Tong ngiringan organisasi atau ameng nu teu puguh nya, kahade bisi di cuci otak. mamah kieu teh lantaran nyaah ka eneng, eneng teh anak bungsu, kameumeut mamah", ya Alloh terharu, air mataku gak dapat ku tampung lagi.

setelah kucoba rebahkan badanku di kamar, dalam hitungan satu menit saja aku tertidur, ajaib. dan ketika bangun, ternyata 15 menit saja itu tak cukup untuk menghilangkan kantuk, akhirnya aku terbangun 45 menit kemudian. dan langsung aku cek sms d hape, 5 new message. salah satunya dari ibuku, beliau bilang gini "kumaha ujianna? lancar? mamah inget ka anak-anak", neng kangen mamah juga..
semoga beliau, ayahku, dan juga saudara- saudaraku yang aku cintai dan mencintai aku selalu dalam lindunganNya. aamiin

berbicara mengenai kelemahanku yang mudah sekali untuk terlelap. banyak cerita unik mengenainya. salah satunya ketika naik mobil, baru saja beberapa menit perjalanan pasti mata ini susah diajak melek, dan pasti langsung aku pilih untuk tidur. dan gawatnya lagi,rasa kantuk itu datang tak kenal tempat. tak hanya di mobil pribadi, bahkan jok mobil umum pun selalu jadi sasaran kantukku.

katakanlah ketika aku pergi dari atau ke kota asalku yang selalu aku lalui dengan menumpangi bus.
sudah dua tahun lamanya, tapi tiap kali aku ditanya oleh penumpang yang lain ketika itu bus sedang berada di daerah mana, jawaban tersering yang sering aku lontarkan adalah "wah, kurang tau. hehe" sambil tampang senyum terlebar gak tau malu itu. itu dia salah satu akibatnya, dan akibatna yang lain adalah aku tidak tahu bahwa selama ini sepanjang perjalanan banyak menyuguhkan pemandangan yang indah.
bahkan salah satu temanku yang kemarin membaca tulisanku yang sebelumnya, dia menyebutku dengan "pelor = nempel molor". parah ya? -_-

ayahku juga memiliki kebiasaan yang sama denganku. muncullah pertanyaan, apakah ini karena faktor keturunan? dan berdasarkan sumber yang aku baca, rasa kantuk yang sering ini juga terjadi pada orang yang mengidap diabetes. tapi ayahku sama sekali tidak mempunyai riwayat penyakit itu, dan semoga tidak akan pernah. aamiin

kelemahan ataukah kelebihan? haha
kalau kelebihan, mungkin kelebihan tidur. sehingga badanku tambah melar, walaupun sejujurnya sering aku makan hanya 2x sehari selama kuliah.
kalau dibilang kekurangan, itu salah satu kekuranganku. dan masih banyak yang lainnya..

Rabu, 20 April 2011

U-Te-eS

parahhh nihhh, menurutku UTS malah menghambat kegiatan ngeblogku. hahah
di semester ini aku mengambil 24 sks (lagi), dan itu lumayan bisa membuatku ketar-ketir gak karuan saat ujian itu tiba. apalagi disaat aku memutuskan untuk mengambil mata kuliah semster atas, mungkin bukan beban otak atau apa ya, tapi malah jadi beban mental sendiri.
semester ini di salah satu mata kuliah, kami (angkatan 2009) di kelas hanya 5 orang dari sekian puluh orang, so bisa dikatakan kami adalah minoritas. walaupun dalam kenyataannya gak begitu menyeramkan seperti apa yang dibayangkan, tapi disaat itu lah aku jadi gak punya keberanian, payahhh -_-

sebelas mata kuliah, dan sampai detik ini yang baru terlewati adalah sebanyak 4 mata kuliah. jadi ujian yang belum terlewati adalah sebanyak enam mata kuliah lagi. huhu
ada untungnya juga mengambil mata kuliah sesuai dengan yang diseediakan tiap semesternya, keuntungannya muncul ketika ujian. ujiannya sehari cuma satu mata kuliah. (berkat bagian kependidikan juga yang telah mengatur-ngatur mata kuliah apa yang akan disajikan tiap semesternya). gak terbayang kalau harus mengambil mata kuliah semester acak, pasti tiap hari ada beberapa mata kuliah yang diujiankan. 
 semasa SMA hal ini sama sekali bukan masalah, ketika masih bersekolah kita sudah biasa dengan ujian-ujian yang lebih dari sati tiap harinya.
anehnya kenapa hal ini berbeda kondisinya dengan saat kuliah?
yaampun, apakah aku sudah terlalu malas?
cacattttt



ujian pertama yaitu mengenai waris BW.
seperti semester-semester awal, aku selalu menyempatkan belajar bersama dengan teman-temanku. mulai dari membahas soal-soal tahun lalu sampai dengan diskusi-diskusi kecil. memang benar, pembelajaran dengan banyak kepala itu lebih baik dari satu kepala. karena mulai dari sana lah mulai bermunculan pikiran-pikiran yang brilian, semacam pengetahuan tambahan juga.
Upay dan Dinda, mereka adalah teman belajar bersama saat menjelang ujian. walaupun aku dan mereka bukan teman sekelas, namun hal ini juga tak kalah pentingnya sharing dengan teman yang berbeda kelas. karena selalu kemungkinan itu datang, dimana dosen yang sama tidak memberikan atau lupa memberikan hal yang sama seperti yang diberikan di kelas lain.
tentu saja kita belajar bersama apabila dosen pengajarnya sama.
apabila dosennya berbeda, aku kemudian memilih untuk belajar sendiri atau bergabung dengan teman sekelasku yang lain.
kita memilih belajar bersama di kantin ekonomi, lumayan disana selain belajar bisa juga sambil nyambi makan dan minum. saat itu kit amemilih kantin karena kostan kita yang berjauhan, jadi diambillah jalan tengahnya, yaitu kantin ekonomi Roedhiro.

berbeda dengan saat ini, untunglah kedua temanku itu sudah pindah tempat kost, ke tempat yang tidak jauh juga dengan kostanku. sehingga basecamp kita menjelang ujian adalah kostan mereka.
berbeda tempat, bertambha pula teman belajarku.
Aida, Hani, Gissel dan Dita juga semester ini mulai ikut belajar bersama.
great! mereka hebat. dan aku senang ketika belajar bersama mereka. tak terlalu serius, kadang kita belajar diselingi dengan candaan-candaan yang akrab.

ujian pertama berhasil dilalui, soal-soal yang keluar adlah soal-soal yang kami pelajari. beruntunglahhh..
namun naas sekali pada hari kedua ujian.
rasa malas melanda diriku saat itu. materi yang banyak dan hafalan membuat rasa malas ini semakin menjadi-jadi. akhirnya, ujian hari kedua tidak sesempurna ujian pertama.
ujian ketiga bisa dibilang lumayan sukses.

dan hari ini ujian keempat. dimulai jam 07.30
seperti biasa, belajar malam sampai jam 12 dan bangun jam 03.00
dan setiap harinya orang tuaku selalu menelepon untuk membangunkaku untuk belajar di pagi hari
mata gak bisa dikompromi, selalu saja muncul rasa kantuk. sehingga yang ada malah bangun - baca - tidur - bangun - baca dan tidurrrrrrrr
tiba-tiba saat terbangun lagi aku langsung terduduk kaget. jam setengah tujuhhhh
langsung lari ke kamar mandi, mandi pun mungkin hanya sekitar 5 menit, dan dandannya yang bikin lama
di kamar mandi, aku malah takut salah membaca jam tadi, takutnya ternyata jam telah menunjukkan jam setengah delapan. kan bisa gawat. sia-sia dong kalau terlambat, mana materi sudah nempel di otak. yang namanya terlambat pasti hati jadi tidak tenang, dan berakibat fatal juga saat mengerjakan soal ujian.
untungnya aku tidak salah membaca jam. alhamdulillah

keluar ruangan ujian pun disertai dengan senyuman.
alhamdulillah, lancar :))))))


padahal bila mengingat sehari sebelumnya, aku yang seharusnya belajar malah pergi kelayaban ke luar. niatnya cuma pergi ke toko buku. setelah mendapatkan buku yang dicari, aku yang saat itu hanya bersama dita malah menjuruskan langkah kami ke KFC, haha niatnya cuma makan gocengan.
ketika di KFC, Dita pasang status BBM yang kemudian terbaca oleh Dinda yang langsung nge-BBM Dita kalau ia dan juga Upay, Hani dan Aida juga mau ke KFC untuk makan Attack-an. dan kami disuruh menunggu mereka.
cukup lama menunggu mereka datang, aku dan Dita yang makanannya telah habis mencoba untuk membahas kembali pelajaran yang akan diujiankan untuk besok, Hukum Acara Perdata. lumayan ada sedikit materi yang nempel, jadi penungguanku gak sia-sia juga. hehe untung aku bawa materinya, yang kebetulan sebelum pergi ke toko buku aku tak sempat pulang ke kostan dahulu karena sebelumnya aku belajar bareng di kostan Dita.

datang juga orang yang ditunggu. jam sudah menunjukkan jam tiga sore lebih, kita langsung pesan Attack-an. daripada cengo melihat teman-teman makan, aku dan Dita juga ikutan pesan makan. hari yang boros. haha
disana kita tertawa-tawa, becanda-becanda seperti biasanya yang selalu mencairkan suasana. dan kegiatan yang tak lupa dilakukan adalah foto-foto. Cheerssss! :D
thanks buat Upay yang udah bawa kamera digitalnya.

pulang cukup sore, jam 16.30 langsung bergegas pulang.
niat awal mereka datang kesini untuk menghilangkan penat karena banyaknya materi hukum acara perdata.
kalau dipikir-pikir, logikanya kalau materinya banyak seharusnya kita terus belajar. tapi ego untuk bermain ternyata mengalahkan segalanya. haha

begitu sampai di kostan, aku malah bermain internet, haha
dan kembali lagi mempelajari materi ketika sudah cukup malam, sekitar jam sembilan.
aku coba baca lagi buku literatur yang selama ini belum sempat aku selesaikan membacanya.
ternyata eh ternyata, itu buku lengkap juga. selama ini materi perkuliahan ada di buku itu semua. beruntunglah aku mempunyai buku itu, dan hal ini cukup membuatku melek sampai tengah malam, dan kubabat habis buku itu. aku gak mau sampai menyesal karena tidak membaca buku literatur itu ujianku jadi hancur.

terima kasih ya Alloh, Engkau memudahkanku dalam belajar..
terima kasih Mah, Pah atas dukungan kalian dan juga materi yang kalian berikan sehingga aku bisa memiliki buku itu. 
mari kita hiasi hari-hari kita dengan penuh senyuman dan penuh semangat.
jangan biarkan rasa menyesal menghampiri kita.
mari tersenyum :D :D :D

aida, me, dita, upay, hani n dinda

kita di weekend minggu kedua UTS


di KFC, setelah belajar acara perdata. dinda, me n dita.

beres uts, nyengnyong @HAPPY PUPPY. me, hani, gissel, upay, dinda, dita n aida

Kamis, 14 April 2011

(belum) ada

maaf ya sebelumnya, tak bermaksud untuk menjelek-jelekkan lelaki.

Tapi faktanya, aku belum menemukan orang yang benar-benar serius untuk sayang dan untuk dekat dengan diriku.

Aku telah membuka hatiku.
Namun hatiku telah ku-setting untuk menutup sendiri bagi mereka yang ternyata telah dimiliki oleh yang lain.
aku benci jika harus berharap.
untuk itu, seharusnya kalian lebih ambil sikap dari awal.


malangnya, beberapa kali aku berharap terhadap beberapa lelaki, yang pada akhirnya ku ketahui mereka telah memiliki kekasih.
aku benci pada saat itu.

Entah lah,aku telah meninggalkan orang yang telah ku ketahui ia amat menyayangiku.
Lelaki yang aku yakini ia tak akan pernah memberikan sekat dalam ruang hatinya.
Hanya ruang yang lapang yang ia bagikan untukku.
Tak akan pernah ia biarkan orang lain tuk merebut pasir di tangannya.
Semakin ia genggam, pasir pun lepas perlahan.
Aku lah sang pasir.

Mungkin aku pun saat itu egois.
Tapi kalian juga lebih egois.
Kalian mendekati wanita yang satu dan mendekati wanita yang lain dengan harapan kalian akan bisa mendapatkan salah satu di antaranya.
Apakah itu yang dinamakan benar-benar sayang?

Tak bisakah kalian mencoba dekati saja satu yang kalian anggap yang paling kalian sayangi?
kalian hanya mencari aman.
yang dapat aku simpulkan, kalian hanya mengejar status, bukan sayang yang sebenarnya.
mungkin juga banyak wanita yang demikian halnya.
aku berusaha untuk tidak seperti itu..

banyak juga dari kalian yang sebenarnya sudah memiliki wanita yang selama ini kalian habiskan waktu bersamanya.
tapi kalian malah coba tuk dekati wanita yang lainnya.
kenapa tidak kalian tinggalkan saja wanita kalian jika memang kalian lebih mencintai wanita yang baru ini membuat kalian kembali merasakan jatuh cinta.

apakah sesulit itu mengambil keputusan?
maaf jika sekali lagi saya berkesimpulan pada kalian yang mengambil sikap demikian.
kalin juga hanya mencari aman.
karena saya meyakini jika kalian berhasil mendapatkan wanita yang baru ini kalian cintai, maka kalian baru akan memutuskan pacar kalian sebelumnya.

BUKAN BEGITU?
sekarang introspeksi diri saja yaa..
makasih.. :)

Jumat, 08 April 2011

Masa Kecilku - Indah. Part III

Teman lelakiku di TK yang paling mencolok bernama Panji. Entah apa yang membuatnya mencolok di mataku, mungkin karena kepalanya yang botak itu. Atau juga mungkin karena kenakalannya, dia pernah mengerjaiku dengan mengangkat-ngangkat ulat ke depan mukaku dengan kedua tangannya, saat itu aku sebal sekali.


“met, bagus yang mana nih lipstiknya?”
“mmmm untuk ibu-ibu sih kayaknya yang agak tua, mba.”


Aku tersentak kaget dari lamunanku karena pertanyaan teman kostku, Dian.


Sampai saat ini aku benci sekali dengan binatang-binatang yang tubuhnya panjang dan lentur, rasanya jijik jika harus membayangkan, apalagi melihat wujud aslinya, bisa teriak-teriak gak karuan.


Pernah suatu hari ketika itu aku sedang bermain di halaman pinggir rumahku. Orang tuaku yang hobi mengurus tanaman, menghias halaman itu penuh dengan berbagai tanaman. Namun naas sekali, tiba-tiba seekor ulat kecil, yang dalam bahasa sundanya disebut “hileud jeungkal” bertengger di tanganku. Sontak aku kaget sekali dan langsung berteriak sambil terbirit-birit meninggalkan halaman menuju ke dalam rumah. Mamah dan kakakku hanya tertawa saat ku ceritakan apa yang terjadi. Itu lah salah satu penyebab juga kenapa aku tidak terlalu suka dengan kegiatan bercocok tanam, bahkan sampai saat ini.


aku yang ketika SMA memilih jurusan IPA, harus bertemu dengan pelajaran biologi. pasrahlah aku setelah mengetahui ternyata terdapat bab mengenai cacing, dimulai dari cacing yang kecil sampai cacing yang besar, dari cacing yang tidak berbahaya sampai yang tidak berbahaya, bahkan dari cacing yang berpenampilan menyeramkan sampai cacing yang berpenampilan sederhana.


buku literatur yang menampilkan gambar-gambar cacing itu terpaksa aku tutupi gambarnya dengan telapak tanganku, agar aku bisa membaca materi yang ada di buku tersebut. tapi tetap saja, rasanya cacing-cacing itu benar-benar ada di bawah telapak tanganku yang aku pakai untuk menutupi gambarnya. payahh


"yuk kita ke tempat lain buat nyari wedges. disini gak ada yang bagus" ajak temanku.
"yuk, tapi makan dulu ya" pintaku.


aku adalah anak ketiga dari tiga bersaudara. akulah si bungsu.
kedua kakakku perempuan. kita bertiga adalah perempuan.
karena orang tuaku tidak mempunyai anak laki-laki, maka aku lah yang dijadikan sasaran ayahku untuk diajaknya bermain. mulai dari mengajakku bermain bulu tangkis, memancing, bahkan sampai mengajakku bermain layangan di lapangan yang cukup luas tak jauh dari tempat tinggalku.
setiap minggu pagi, kami bermain bulu tangkis di jalanan depan rumah. inilah resikonya ketika harus bermain di depan rumah, tak jarang kok putih dari bulu angsa itu sering nyangkut di pohon, di genteng rumah yang mengharuskan kami bersusah payah mengambilnya lagi. tak jarang juga kok-nya harus terjatuh ke dalam selokan. bau.


inilah poin penting yang aku dapatkan dari memancing.
ayahku mengajari bagaimana aku harus bersabar, bersabar untuk menunggu ikan yang tak juga menyangkut di kail pancingku, bersabar untuk tak sering-sering mengangkat pancingku bila belum ada tanda-tanda ikannya memakan umpan.
tak hanya berdua, ayahku juga sering mengikutsertakan aku jika beliau memancing bersama teman-teman kantornya. alhasil aku lah anak kecil perempuan disana yang ikut memancing, karena teman-teman ayahku tak pernah mengajak anak perempuannya.
sampai sekarangpun ayah selalu mengajakku pada hari libur ke kolam ikan yang cukup besar yang ayah beli.
tapi sekarang aku agak enggan untuk ikut, mulai dari panas dan takut kulitku terbakar, padahal di dekat kolam, ayah membuat rumah-rumahan kecil atau saung tempat kami beristirahat.


ketika ayahku sedang asik menarik ulur senar layangan di bawah pohon besar di pinggir lapangan, aku juga sedang asik dengan pekerjaanku sendiri.
aku sedang berlari-lari mengelilingi lapangan dengan memegang senar layangan, dengan layangan yang berbuntut yang hampir terbang.
ya! akhirnya layanganku pun bisa terbang tinggi.
aku senang bukan main, aku telah berhasil menaikkan layangan. Hore!
kiri-kanan: kakak 1, aku, kakak 2


*bersambung*